Kamis, 29 April 2010

Just For You (lanjutan)

"Beneran?" tegasnya.
Marshya mengangguk pelan dengan wajah memelas.
Angel terdiam sejenak, "Baiklah... aku akan membantumu, kamu mau melakukan diet penurunan berat badan itu karena Daffa kan?" tuturnya dengan nada agak menggoda, kebetulan Angel sudah mengetahui tentang Daffa.
Marshya terhenyak kaget, wajahnya merah merona menahan malu, perlahan ia mengangguk dengan senyum manis.
"Sudah ku duga, hahaha.. makanya jangan bilang gak butuh badan langsing." ketawa Angel begitu nyaring namun terasa menusuk hati.
Mendengar Angel mengejek, suasana hati Marshya berubah drastis, hati yang berbunga-bunga menjadi hati yang diselubungi kekesalan, "Menyebalkan!!" katanya.
"Hanya untuk Daffa, aku menjilat ludah sendiri, rela diet karena ingin punya badan yang langsing. Padahal dari dua tahun lalu aku sudah gak peduli. Tapi gimana lagi, kalau menunjukkan body segede gini, Daffa bisa balik lagi ke Bandung, gak mau mudik karena mual lihat kondisi badanku, lari tunggang langgang gak balik lagi." pikiran Marshya terus kacau dalam jeritan hatinya.
***
Beberapa hari ini, Marshya mengawali aktivitas yang terbilang sadis. Demi mendapatkan hasil yang baik, setiap pagi jogging sampai 1 km dimulai dari rumah sampai perbatasan wilayah daerah sebelah. Saat siang, main karet spring minimal 100 putaran dan terkadang bermain holla hop, jika sempat Marshya dan Angel fitness bersama. Tidak lupa setiap sore dan malam sit up sebanyak 150 kali.
Usaha Marshya yang keras itu akan sia-sia jika porsi makannya tetap sama, sekali makan 2 porsi dan setiap hari menghabiskan 20 bungkus cemilan.
Tapi kali ini porsi makan Marshya berubah, sekali makan setengah porsi, nasi setengah piring dan cuma dengan sayur mayur tanpa makanan yang mengandung minyak dan berlemak, dari pagi sampai malam Marshya dipaksa dan diusahakan tidak ngemil seperti biasanya, walau berat tapi Marshya rela juga melakukannya. Disamping itu Marshya minum jus buah-buahan 3 kali sehari secara rutin untuk 6 hari ini.
Dan akhirnya, usaha diet yang selama ini dilakukannya berakhir juga, 6 hari berlalu begitu cepat.
"Waaahh, turun 6 kg." puji Angel merasa bangga karena dialah yang menjadi instruktur misi diet Marshya selama 6 hari itu.
Marshya saking senangnya, ia menangis terharu, "Makasih kak!" untuk kali ini Marshya berkata pelan dan lembut kepada Angel, mendegar itu Angel pun tersenyum senang.
"Selamat ya, Marshya!! Usaha keras kamu selama ini akhirnya menghasilkan yang terbaik." ucap Angel dengan tatapan haru serta memberi semangat yang besar kepada Marshya untuk besok, di saat Daffa akan datang kerumah mereka.
***
Pintu rumah terbuka, hati Marshya pun mulai berdegup kencang. Pagi hari ini Daffa baru datang, baru saja melewati pintu rumah Marshya.
Sesosok cowok yang putih bersih, serasa memantulkan cahaya bila melihatnya dan jika terus melihatnya akan terasa silau. Marshya menatap terus Daffa yang keren itu pun serasa mau memeluknya dengan erat. Ia tengah berjalan menghampiri Marshya yang berdiri diruang tamu, perlahan wajahnya yang agak samar itu semakin lama semakin jelas wajah cakepny.
"Dag... Dig... Dug..." jantung Marshya berdetak kencang, penampilan Marshya yang berbeda pun terlihat menyolok lumayan juga dan semakin manis.
Daffa tersenyum tipis sambil berhenti di hadapan Marshya yang mematung karena saking nervous-nya. Perlahan Daffa mendekati telinga Marshya, dengan lembut ia berkata, "Sekarang kamu lebih sexy." dengan senyuman tipis pula.
Mendengar itu, mata Marshya semakin berbinar, wajahnya merah padam dan serasa panas.
"Thanks." pelan Marshya, dengan sekuat tenaga Marshya berkata demikian sambil tersenyum manis.
Kata sexy emang pantas untuk Marshya, tapi baginya usaha yang belum diketahui Daffa itu hanya cukup diartikan dalam bahasa hati, usaha selama ini yang ia lakukan dengan amat keras itu. Just for you!!

TAMAT

Just For You

Seorang cewek yang beranjak dewasa dan baru berumur 17 tahun, mementingkan penampilan body-nya itu memang udah biasa. Termasuk juga milih warna kulit sawo matang sampe ngerasa perlu diputihin. Dijaman modern begini, dari rambut, mau warna apa aja bisa suka-suka, begitu juga masalah 'BODY'.
Tuntutan body kayak model inilah yang bikin cewek remaja kena dilema. Mereka berusaha diet dan segala cara. "Pokoknya aku ingin langsing" pikiran inilah bikin buta. Mereka jadi malas makan, ngemil, apalagi makanan yang berlemak seperti gorengan. Tapi bagiku makanan itulah yang bikin aku ngiler setiap melihat makanan yang beradonan terigu dan sayuran itu.
Cewek bernama Marshya lah yang memiliki prinsip demikian, yang penting perutnya kenyang, itu yang membuat dirinya tenang. Cuek mengontrol makan dam yang penting kenyang membuat dirinya menerima akibat dari prinsip itu sendiri.
Nyatalah keadaan body-nya yang mengembang lebih besar dari teman-temannya yang lain, perut berlipat dua membuat Marshya selalu lamban dalam melakukan kegiatan. Tapi baginya itu gak masalah, percaya diri yang besar ia dipertahankan selalu, apalagi dicibir oleh orang lain, cuek saja! Anggap saja ayang lagi berkokok, lupakan!!
"Marshya...!!!"
Setiap hari telinga Marshya selalu menangkap sinyal orang yang sedang berteriak seperti tadi. "Angel" si super duper pelit, over control terhadap body-nya sendiri, itu membuat Marshya risih. Prinsip Angel berbeda banget dengan prinsip adiknya ini. Tapi ada kelebihan juga yang dimiliki Angel, dan tentunya gak dimiliki Marshya. Satu kata yang cukup indah didengar bagi para cewek yaitu 'langsing'.
"Hm..." gumam Marshya yang duduk di sofa sambil menonton TV dengan santai. Kemalasan terpancar dari wajahnya.
"MARSHYA!!!" bentak Angel yang sudah berdiri dihadapan Marshya, cemilan yang sedang dimakan Marshya membuat mata Angel semakin terbelalak.
"Ce..cemilan itu kan...?!"
"Apa?" tanya Marshya heran.
"Itu punyaku, cemilan ini punyaku!"
Angel menyambar cemilan dari Marshya, Marshya merengut kesal "itu kan sudah jadi milikku!"
"Dasar gembul... udah cukup memakan puluhan cemilan yang ada di lemari makan, gak sadar badan udah membengkak ya...?!" sahut Angel begitu kesal.
Marshya tidak mau kalah, "Terserah aku dong, Miss Slim!"
Angel mengernyitkan dahinya, sorotan mata yang kesal menatap Marshya, sambil melengos pergi dari pandangan Marshya. Angel menggerutu kecut, "Kamu pasti gak akan tahan dengan kondisi badan yang gendut kayak gitu!"
"Gak bakalan!" sewot Marshya begitu angkuh.
***
"Kring... Kring... Kring"
Marshya berjalan menghampiri telpon rumah yang daritadi terus berdering.
"Hallo?!"
Marshya melotot kaget, namun perlahan matanya kembali berbinar senang.
"Daffa!!" sahutnya lagi terdengar begitu gembira.
Apa yang mereka bicarakan antara Marshya dan Daffa? Sahabat kecil Marshya ini membuat jantungnya berdegup kencang. Yuph... Daffa emang cowok yang Marshya sukah sejak dulu.
"Oo...h, baiklah... jadi, kamu mau mudik ke sini? Baiklah, nanti aku beritahu Mama." Suara Marshya terdengar berbeda, mungkin ia permanis dengan alasan suka itu.
"Tentu saja senang." Marshnya mengangguk sendiri, seperti ada seseorang yang berdiri di hadapannya, tersenyum sendiri seperti orang yang sedang rindu. Tak lama terdengar lagi, "Ooh, satu minggu lagi ya?" Marshya mengangguk kecil, perlahan alis matanya mulai mengerut tinggi, kecemasan tengah dirasakannya, keringat dingin bercucuran di dahinya, "Iya... sampai nanti, bye..." pembicaraan diakhiri, Marshya menutup telepon.
Senang kan kalau kita mau bertemu dengan cowok yang kita sukai? Tapi Marshya, dia malah muram dan begitu cemas karena Daffa mau mudik kerumahnya. Liburan semester ini, Daffa akan cukup lama dirumah Marshya.
Pikirannya kacau, Marshya cemas, selama 2 tahun ini Daffa belum bertemu langsung dengan Marshya. Terakhir waktu SMP, badan Marshya masih bisa dibilang langsing. Tapi kali ini badan Marshya sudah membengkak, bulan ini pun berat badannya bertambah 5 kg. Andai bisa turun 10 kg, badan Marshnya pasti terlihat langsing. Walaupun langsing tidak terjadi di body Marshya, paling tidak pinggul Marshya akan membentuk dan terlihat 'sexy'.
***
"Aku mohon kak... kakak manis deh."
Rayu Marshya kepada kakaknya Angel yang duduk bersila dilantai, posisi tegak dan terlihat rilek serta mata yang terpejam seperti tertidur, menguatkan pikiran kalau Angel sedang yoga.
Angel tidak merespon rayuan Marshya, saat ini Marshya tengah jongkok menghadap kakaknya yang berbadan langsing itu dan umurnya yang lebih tua dua tahun darinya.
"Ayolah kak, bantu aku!"
Mata Angel terbuka, "Bantu apa?" mungkin karena risih Marshya terus merengek, akhirnya Angel mengalah.
Wajah Marshya begitu bahagia mendengar kata-kata Angel yang terasa plong di hati.
"Aku mohon bantu aku, selama satu minggu ini aku mau melakukan diet."
Angel kaget, matanya melotot seakan mau loncat, posisi duduknya pun tidak rilek lagi, berubah menjadi tegang.
Bersambung...