"Beneran?" tegasnya.
Marshya mengangguk pelan dengan wajah memelas.
Angel terdiam sejenak, "Baiklah... aku akan membantumu, kamu mau melakukan diet penurunan berat badan itu karena Daffa kan?" tuturnya dengan nada agak menggoda, kebetulan Angel sudah mengetahui tentang Daffa.
Marshya terhenyak kaget, wajahnya merah merona menahan malu, perlahan ia mengangguk dengan senyum manis.
"Sudah ku duga, hahaha.. makanya jangan bilang gak butuh badan langsing." ketawa Angel begitu nyaring namun terasa menusuk hati.
Mendengar Angel mengejek, suasana hati Marshya berubah drastis, hati yang berbunga-bunga menjadi hati yang diselubungi kekesalan, "Menyebalkan!!" katanya.
"Hanya untuk Daffa, aku menjilat ludah sendiri, rela diet karena ingin punya badan yang langsing. Padahal dari dua tahun lalu aku sudah gak peduli. Tapi gimana lagi, kalau menunjukkan body segede gini, Daffa bisa balik lagi ke Bandung, gak mau mudik karena mual lihat kondisi badanku, lari tunggang langgang gak balik lagi." pikiran Marshya terus kacau dalam jeritan hatinya.
***
Beberapa hari ini, Marshya mengawali aktivitas yang terbilang sadis. Demi mendapatkan hasil yang baik, setiap pagi jogging sampai 1 km dimulai dari rumah sampai perbatasan wilayah daerah sebelah. Saat siang, main karet spring minimal 100 putaran dan terkadang bermain holla hop, jika sempat Marshya dan Angel fitness bersama. Tidak lupa setiap sore dan malam sit up sebanyak 150 kali.
Usaha Marshya yang keras itu akan sia-sia jika porsi makannya tetap sama, sekali makan 2 porsi dan setiap hari menghabiskan 20 bungkus cemilan.
Tapi kali ini porsi makan Marshya berubah, sekali makan setengah porsi, nasi setengah piring dan cuma dengan sayur mayur tanpa makanan yang mengandung minyak dan berlemak, dari pagi sampai malam Marshya dipaksa dan diusahakan tidak ngemil seperti biasanya, walau berat tapi Marshya rela juga melakukannya. Disamping itu Marshya minum jus buah-buahan 3 kali sehari secara rutin untuk 6 hari ini.
Dan akhirnya, usaha diet yang selama ini dilakukannya berakhir juga, 6 hari berlalu begitu cepat.
"Waaahh, turun 6 kg." puji Angel merasa bangga karena dialah yang menjadi instruktur misi diet Marshya selama 6 hari itu.
Marshya saking senangnya, ia menangis terharu, "Makasih kak!" untuk kali ini Marshya berkata pelan dan lembut kepada Angel, mendegar itu Angel pun tersenyum senang.
"Selamat ya, Marshya!! Usaha keras kamu selama ini akhirnya menghasilkan yang terbaik." ucap Angel dengan tatapan haru serta memberi semangat yang besar kepada Marshya untuk besok, di saat Daffa akan datang kerumah mereka.
***
Pintu rumah terbuka, hati Marshya pun mulai berdegup kencang. Pagi hari ini Daffa baru datang, baru saja melewati pintu rumah Marshya.
Sesosok cowok yang putih bersih, serasa memantulkan cahaya bila melihatnya dan jika terus melihatnya akan terasa silau. Marshya menatap terus Daffa yang keren itu pun serasa mau memeluknya dengan erat. Ia tengah berjalan menghampiri Marshya yang berdiri diruang tamu, perlahan wajahnya yang agak samar itu semakin lama semakin jelas wajah cakepny.
"Dag... Dig... Dug..." jantung Marshya berdetak kencang, penampilan Marshya yang berbeda pun terlihat menyolok lumayan juga dan semakin manis.
Daffa tersenyum tipis sambil berhenti di hadapan Marshya yang mematung karena saking nervous-nya. Perlahan Daffa mendekati telinga Marshya, dengan lembut ia berkata, "Sekarang kamu lebih sexy." dengan senyuman tipis pula.
Mendengar itu, mata Marshya semakin berbinar, wajahnya merah padam dan serasa panas.
"Thanks." pelan Marshya, dengan sekuat tenaga Marshya berkata demikian sambil tersenyum manis.
Kata sexy emang pantas untuk Marshya, tapi baginya usaha yang belum diketahui Daffa itu hanya cukup diartikan dalam bahasa hati, usaha selama ini yang ia lakukan dengan amat keras itu. Just for you!!
TAMAT
Kamis, 29 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar