Seorang cewek yang beranjak dewasa dan baru berumur 17 tahun, mementingkan penampilan body-nya itu memang udah biasa. Termasuk juga milih warna kulit sawo matang sampe ngerasa perlu diputihin. Dijaman modern begini, dari rambut, mau warna apa aja bisa suka-suka, begitu juga masalah 'BODY'.
Tuntutan body kayak model inilah yang bikin cewek remaja kena dilema. Mereka berusaha diet dan segala cara. "Pokoknya aku ingin langsing" pikiran inilah bikin buta. Mereka jadi malas makan, ngemil, apalagi makanan yang berlemak seperti gorengan. Tapi bagiku makanan itulah yang bikin aku ngiler setiap melihat makanan yang beradonan terigu dan sayuran itu.
Cewek bernama Marshya lah yang memiliki prinsip demikian, yang penting perutnya kenyang, itu yang membuat dirinya tenang. Cuek mengontrol makan dam yang penting kenyang membuat dirinya menerima akibat dari prinsip itu sendiri.
Nyatalah keadaan body-nya yang mengembang lebih besar dari teman-temannya yang lain, perut berlipat dua membuat Marshya selalu lamban dalam melakukan kegiatan. Tapi baginya itu gak masalah, percaya diri yang besar ia dipertahankan selalu, apalagi dicibir oleh orang lain, cuek saja! Anggap saja ayang lagi berkokok, lupakan!!
"Marshya...!!!"
Setiap hari telinga Marshya selalu menangkap sinyal orang yang sedang berteriak seperti tadi. "Angel" si super duper pelit, over control terhadap body-nya sendiri, itu membuat Marshya risih. Prinsip Angel berbeda banget dengan prinsip adiknya ini. Tapi ada kelebihan juga yang dimiliki Angel, dan tentunya gak dimiliki Marshya. Satu kata yang cukup indah didengar bagi para cewek yaitu 'langsing'.
"Hm..." gumam Marshya yang duduk di sofa sambil menonton TV dengan santai. Kemalasan terpancar dari wajahnya.
"MARSHYA!!!" bentak Angel yang sudah berdiri dihadapan Marshya, cemilan yang sedang dimakan Marshya membuat mata Angel semakin terbelalak.
"Ce..cemilan itu kan...?!"
"Apa?" tanya Marshya heran.
"Itu punyaku, cemilan ini punyaku!"
Angel menyambar cemilan dari Marshya, Marshya merengut kesal "itu kan sudah jadi milikku!"
"Dasar gembul... udah cukup memakan puluhan cemilan yang ada di lemari makan, gak sadar badan udah membengkak ya...?!" sahut Angel begitu kesal.
Marshya tidak mau kalah, "Terserah aku dong, Miss Slim!"
Angel mengernyitkan dahinya, sorotan mata yang kesal menatap Marshya, sambil melengos pergi dari pandangan Marshya. Angel menggerutu kecut, "Kamu pasti gak akan tahan dengan kondisi badan yang gendut kayak gitu!"
"Gak bakalan!" sewot Marshya begitu angkuh.
***
"Kring... Kring... Kring"
Marshya berjalan menghampiri telpon rumah yang daritadi terus berdering.
"Hallo?!"
Marshya melotot kaget, namun perlahan matanya kembali berbinar senang.
"Daffa!!" sahutnya lagi terdengar begitu gembira.
Apa yang mereka bicarakan antara Marshya dan Daffa? Sahabat kecil Marshya ini membuat jantungnya berdegup kencang. Yuph... Daffa emang cowok yang Marshya sukah sejak dulu.
"Oo...h, baiklah... jadi, kamu mau mudik ke sini? Baiklah, nanti aku beritahu Mama." Suara Marshya terdengar berbeda, mungkin ia permanis dengan alasan suka itu.
"Tentu saja senang." Marshnya mengangguk sendiri, seperti ada seseorang yang berdiri di hadapannya, tersenyum sendiri seperti orang yang sedang rindu. Tak lama terdengar lagi, "Ooh, satu minggu lagi ya?" Marshya mengangguk kecil, perlahan alis matanya mulai mengerut tinggi, kecemasan tengah dirasakannya, keringat dingin bercucuran di dahinya, "Iya... sampai nanti, bye..." pembicaraan diakhiri, Marshya menutup telepon.
Senang kan kalau kita mau bertemu dengan cowok yang kita sukai? Tapi Marshya, dia malah muram dan begitu cemas karena Daffa mau mudik kerumahnya. Liburan semester ini, Daffa akan cukup lama dirumah Marshya.
Pikirannya kacau, Marshya cemas, selama 2 tahun ini Daffa belum bertemu langsung dengan Marshya. Terakhir waktu SMP, badan Marshya masih bisa dibilang langsing. Tapi kali ini badan Marshya sudah membengkak, bulan ini pun berat badannya bertambah 5 kg. Andai bisa turun 10 kg, badan Marshnya pasti terlihat langsing. Walaupun langsing tidak terjadi di body Marshya, paling tidak pinggul Marshya akan membentuk dan terlihat 'sexy'.
***
"Aku mohon kak... kakak manis deh."
Rayu Marshya kepada kakaknya Angel yang duduk bersila dilantai, posisi tegak dan terlihat rilek serta mata yang terpejam seperti tertidur, menguatkan pikiran kalau Angel sedang yoga.
Angel tidak merespon rayuan Marshya, saat ini Marshya tengah jongkok menghadap kakaknya yang berbadan langsing itu dan umurnya yang lebih tua dua tahun darinya.
"Ayolah kak, bantu aku!"
Mata Angel terbuka, "Bantu apa?" mungkin karena risih Marshya terus merengek, akhirnya Angel mengalah.
Wajah Marshya begitu bahagia mendengar kata-kata Angel yang terasa plong di hati.
"Aku mohon bantu aku, selama satu minggu ini aku mau melakukan diet."
Angel kaget, matanya melotot seakan mau loncat, posisi duduknya pun tidak rilek lagi, berubah menjadi tegang.
Bersambung...
Kamis, 29 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar